Senin, 31 Desember 2012
"tsuki to taiyou
nara watashi wa tsuki. kimi ga ireba kagayakeru yo"
jika aku harus memilih antara bulan dan matahari, aku akan memilih bulan karena bersamamu aku bersinar
Bulan ini tertutup oleh bumi dan emosinya. namun Ketika bulan sudah mendapatkan cahayanya kembali, matahari tidak akan memberikan cahanya penuh seperti dulu lagi kerena bulan sudah mengkhianatinya.Bulan ini juga terlalu gelap
sampai-sampai kekuatan untuk hidupnya perlahan menghilang. Matahari itu sudah
tidak mau lagi memberikan cahayanya pada bulan karena bulan mengkhianati
matahari. Namun bulan tidak menyadari bahwa bulan sudah mengkhianati matahari. Hati
matahari sangat sakit dan hati bulanpun sakit karena merasa bersalah dan tidak
menyadari apa yang telah dia lakukan. Kini bulan itu sendiri dan tidak ada yang
menemani. Meskipun para bintang ada didekatnya, tapi bulan merasa mereka tidak
pantas berteman dengan bulan karena bulan terlalu jahat.
Ketika sekarang matahari sudah tidak ada dan bulanpun mulai kehilangan cahayanya. Aku benar-benar sudah menjadi bulan yang kehilangan cahaya harapan. Aku tidak tau lagi bagimana cara mendapatkan cahaya itu kembali. Mungkin sebentar lagi juga aku akan menghilang seperti bulan itu.
Ketika sekarang matahari sudah tidak ada dan bulanpun mulai kehilangan cahayanya. Aku benar-benar sudah menjadi bulan yang kehilangan cahaya harapan. Aku tidak tau lagi bagimana cara mendapatkan cahaya itu kembali. Mungkin sebentar lagi juga aku akan menghilang seperti bulan itu.
Label: nikki
Minggu, 30 Desember 2012
maaf,,, lama sekali aku jarang menceritakan masalahku.... saatnya menceritakan masalahku, aku malah menceritakan hal yang tidak mengenakan....
Resah, gelisah, dan rasa bersalah yang membuatku depresi, stress, dan prustasi. Aku telah menyakiti orang-orang yang ada didekat sekitarku. Aku telah mengkhianati seseorang yang telah memberi kepercayaan padaku namun aku tidak menyadarinya aku telah mengkhianatinya. Pikiranku penuh dengan pertanyaan “apa yang telah aku khianati?” tapi sampai sekarang aku belum mendapatkan jawabannya. Pikiranku terlalu bodoh,,, aku tidak ingat apapun. Setiap udah solat aku tidak pernah lupa untuk bertanya hal ini tapi tetep aja aku belum menemukan jawabannya. Aku merasa bersalah namun aku tidak bisa berbuat apa-apa lagi untuk meyakinkan dia.
Resah, gelisah, dan rasa bersalah yang membuatku depresi, stress, dan prustasi. Aku telah menyakiti orang-orang yang ada didekat sekitarku. Aku telah mengkhianati seseorang yang telah memberi kepercayaan padaku namun aku tidak menyadarinya aku telah mengkhianatinya. Pikiranku penuh dengan pertanyaan “apa yang telah aku khianati?” tapi sampai sekarang aku belum mendapatkan jawabannya. Pikiranku terlalu bodoh,,, aku tidak ingat apapun. Setiap udah solat aku tidak pernah lupa untuk bertanya hal ini tapi tetep aja aku belum menemukan jawabannya. Aku merasa bersalah namun aku tidak bisa berbuat apa-apa lagi untuk meyakinkan dia.
Masalah di kampus. Aku terlalu takut untuk berteman dengan
mereka karena aku takut mereka mau berteman denganku karena ada maksud tertentu
seperti yang aku alami saat SMP dan SMK. Aku terlalu sering dikhianatin dan
dimanfaatin sama teman-temanku dulu. Mulai dari tugas yang harus aku kerjakan
sendiri (mereka senang-senang), ngejemput teman yang jaraknya menempuh 40 menit
Cuma utuk ketemu sama pacar teman dan setelah mereka ketemu aku disuruh
langsung pergilah, sampai aku dijadikan mesin ATM oleh teman sekalasku sendiri.
Rasanya sakit banget seperti ditusuk-tusuk pake pisau. Dari semenjak itu aku
mulai takut untuk berteman. aku takut kejadian itu terulang lagi. aku tidak
suka dengan suasana area pendidikan dan teman kampus ataupun keramaian. Aku tidak
suka berkumpul-kumpul lagi dengan mereka......
Masalah keluarga. Aku merasa telah dikhianati oleh
keluargaku sendiri. Mereka menjanjikan sesuatu namun mereka juga yang membuat
janji itu seolah-olah hanya omong kosong belaka. Aku telah berusaha melakukan
sesuatu seperti apa yang mereka inginkan : menaikan peringkat rangking kelas
dan sering menabung (sampai-sampai aku tidak jajan) namun semuanya sia-sia. Apapun
yang kulakukan semuanya serasa sia-sia. Saat seperti itu aku mengingat kata
mama ku sendiri “mamah lebih senang kalo kamu ga ada” atau kata “percuma mama
punya anak cewe juga tapi kalo kaya gini mah”.Tapi sekarang aku tidak
memikirkan kenapa orang tuaku tidak menepati janjinya dan kenapa mamaku mengatakan
kata-kata seperti itu. Sayangnya ada masalah dari keluarga besarku (keluarga
nenek). Aku ditampar, aku dijadikan bahan gosip, aku dijadikan bahan lelucon
untuk mereka sampai-sampai sekarang aku tidak suka dengan mereka. Setiap bertemu
dengan mereka, hatiku sakit, luka yang sudah kulupakan terbuka lagi dan aku
mulai takut hidup.
Aku telah menyakiti orang-orang di sekitarku seperti
kembaranku sendiri. Aku tidak memikirkan perasaan dia. Beberapa kali aku telah
menyakitinya. Aku juga telah menyakiti orang-orang yang sayang padaku. Aku telah
dibutakan oleh perasaanku dan emosiku sendiri.
Ini semua emang kesalahanku makanya Aku benci perasaanku,
aku benci tubuhku, aku benci pikiranku, dan aku benci dengan diriku sendiri.
Aku terlalu takut untuk hidup, aku takut untuk cerita, aku
takut untuk berteman, dan aku takut untuk bersosialisasi dengan orang lain. kepalaku
sakit, nafasku berat, kakiku sakit,dan badanku serasa lumpuh (kadang-kadang sering
hilang keseimbangan). Itu yang aku alami setiap hari baik dalam keadaan biasa
ataupun stress sakit itu terus membelengguku. Tapi aku senang, mungkin dengan
merasakan sakit setiap hari aku bisa cepat mati dan tidak akan menyakiti orang
lain lagi. Sayangnya sampai saat ini aku masih hidup.
Jujur saja aku sering makan obat sakit kepala sampai 4
kaplet sekaligus, dan aku juga pernah makan obat tidur sampai 4 kaplet juga,
tapi sayangnya itu tidak ada efeknya. Aku juga sempat melakukan percobaan bunuh
diri dengan memakan obat-obatan 10 kaplet sekaligus tapi itu gagal karena tidak
ada efek yang aku rasakan (apa aku tambah dosis lagi?). mungkin itu karena
sebelumnya aku pernah overdosis vitamin C makanya semua obat-obatan tidak ada
efeknya dan tubuhku jadi kebal dengan obat-obatan.
Aku gila makanya aku sering tiba-tiba nangis dan marah-marah
ga jelas. Aku tau mungkin kalian yang baca berpikir “ini anak emang ga waras.”
tapi aku terima hal itu. :’) . aku ingin menangis tapi air mataku tidak keluar.
Aku juga ingin merasakan marah lagi, tapi entah kenapa bukan marah yang
kurasakan malah rasa bersalah dan ingin menghilang dari dunia ini yang aku
rasakan. Aku ingin merasakan kebahagian tapi selama rasa yang lain masih
membelengguku aku tidak bisa merasakan kebahagian. Entah kenapa aku berpikir
aku telah kehilangan perasaanku yang ingin ku raih lagi.
Aku bingung,,,, aku mencoba menerima nasehat orang lain namun
yang terjadi kepalaku semakin sakit dan nafasku semakin berat. Aku tau, itu
karena aku belum bisa nerimanya.
Aku telah dikhianati oleh perasaanku sendiri.
;;
Subscribe to:
Postingan (Atom)


